Minggu, 09 Agustus 2020

Adaptasi Tumbuhan

 Tumbuhan Xerofit, Hidrofit dan Higrofit

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh, struktur tubuh atau alat-alat tubuh organisme terhadap lingkungannya. Perubahan atau adaptasi morfologi merupakan salah satu bentuk adaptasi yang mudah diamati karena merupakan perubahan bentuk luar. Berdasarkan kemampuan penyerapan air, tumbuhan dibedakan menjadi tumbuhan xerofit, hidrofit, higrofit, halofit dan mesofit.


1. Xerofit

~> Tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan/daerah yang kering.

Contoh Tumbuhan:      

- kaktus 

- lily gurun

- pohon kurma

- Aloevera (Lidah Buaya)

- setawar

-Sp senseveria

Ciri-Ciri :

1) Daunnya tebal, sempit,kadang-kadang

berubah bentuk menjadi bentuk duri,

sisik atau bahkan tidak mempunyai daun,

dengan demikian maka penguapan melalui

daun menjadi sangat sedikit.


2) Seluruh permukaan tubuhnya termasuk

bagian daun tertutup oleh lapisan

kutikula atau lapisan lilin yang berfungsi

untuk mencegah terjadinya penguapan

air yang terlalu besar.


3) Batangnya tebal mempunyai jaringan

spons untuk menyimpan air.


4) Akar panjang sehingga mempunyai

jangkauan yang luas.


2. Hidrofit

~> Merupakan tumbuhan yang hidupnya berada di dalam air. Adaptasi strukturalnya terkait dengan kandungan air yang tinggi dan kekurangan ketersediaan oksigen. 

Contoh Tumbuhan : 

-Enceng Gondok

-Kiambang

-Teratai

-Kangkung

-Tumbuhan Bakau

Ciri-Ciri:

1) Tumbuhan air yang terapung di atas air

mempunyai rongga antar sel yang berisi udara untuk

memudahkan mengapung di air, daun lebar dan

tangkai daun menggembung berisi udara.

Contoh: enceng gondok, kiambang



2) Tumbuhan air yang terendam di dalam air,

mempunyai dinding sel yang kuat dan tebal untuk

mengurangi osmosis ke dalam sel.

Contoh : Hydrilla,Vallisneria


3) Tumbuhan yang sebagian tubuhnya di atas

permukaan air dan akarnya tertanam di dasar air,

mempunyai rongga udara dalam batang atau tangkai

daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun

muncul ke permukaan air.

Contoh: teratai, kangkung.


4) Tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut,

mempunyai perakaran yang lebat dan kuat sehingga

tidak roboh bila terkena ombak.

Contoh: tumbuhan bakau.


Adapun beberapa faktor yang mendorong tanaman hidrofit mengalami adaptasi khusus terhadap habitatnya adalah kelebihan air dan medium kurang menunjang terhadap pertumbuhan tanaman.

Tumbuhan hidrofit melakukan beberapa adaptasi khusus, yaitu:

Reduksi jaringan pelindung (epidermis), epidermis beralih fungsi bukan sebagai pelindung tetapi berfungsi untuk penyerapan gas dan nutrient langsung karena dinding selulosa dan kutikulanya tipis. tidak punya stomata (tumbuhan hidrofit tenggelam), pertukaran gas langsung melalui dinding sel.

Reduksi jaringan penguat (sklerenkim), Memiliki sedikit atau bahkan tidak mempunyai jar. Skerenkim. Air memberi kekuatan dan melindungi tumbuhan dari kerusakan.

Reduksi jaringan pengangkut, xilem memperlihatkan pereduksian yang paling besar dan floem berkembang cukup baik.

Reduksi jaringan penyerap. sistem akar kurang berkembang dan bulu akar serta tudung akar tidak ada.

Terdapat pengembangan ruang-ruang udara yang spesial (aerenkim). Terdapat pada daun dan batang hidrofit, menyediakan atmosfir internal bagi tumbuhan, memberikan pelampung bagi tumbuhan untuk mengapung , menyimpan udara oksigen dan karbondioksida.


3. Higrofit

~> Tumbuhan yang hidup di daerah yang lembab .

Contoh Tumbuhan :

- Tumbuhan paku



- Tumbuhan kemunting



- Tumbuhan lumut



- daun ungu



- dedalu



Ciri - Ciri:

1) Mempunyai daun yang tipis

dan lebar.


2) Permukaan daun mempunyai banyak mulut daun

atau stomata sehingga dapat

mempercepat proses penguapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar